Senin, 20 Desember 2010

menginstal ubuntu dengan VMWare

kita akan menginstal ubuntu pada OS yg telah ada dengan menggunakan VMware,,
berikut cara penginstalannya:

Terlebih dahulu kita jalankan VMware yang sudah di install sebelumnya. kurang lebih tampilannya akan seperti ini.


Klik icon New Virtual Machine, atau menu File->New->Virtual Machine untuk memulai membuat sebuah virtual machine baru
 
Maka akan tampil sebuah jendela wizzard untuk membuat sebuah Virtual Machine baru, klik next untuk melanjutkan.
 

Berikutnya akan tampil pilihan jenis configurasi virtual machine, sebagai awalan kita pilih yang typical saja, setelah itu klik next.

 
Maka akan tampil pilihan jenis sistem operasi yang akan di instal pada virtual machine ini (Guest Operating System) dan versinya. Karena kita akan menginstal Ubuntu maka pada pilihan Guest Operating System pilih Linux dan Version kita pilih Ubuntu


Berikutnya akan tampil jendela untuk membuat label/nama dan lokasi penyimpanannya untuk vrtual machine kita buat, selanjutnya klik next


Berikutnya adalah pilihan type network yang akan kita gunakan. Bridge networking artinya Guest Operating System (GOS) bisa akses langsung jaringan pada komputer yang kita instal vmware, sehingga IP address yang kita berikan pada GOS harus satu segment dengan IP komputer kita. NAT artinya GOS bisa konek dengan jaringan luar melalui komputer fisik kita. Host only Networking artinya GOS tidak bisa konek dengan jaringan eksternal. dan satu lagi tanpa network koneksi. Pada kasus ini kita pilih saja Bridge networking.


Berikutnya adalah menentukan berapa besar space hard disk yang dialokasikan untuk GOS
 

Selesai sudah kita merakit PC virtual kita. Klik finish untuk mengakhiri wizard ini.
 

Maka akan ditampilkan detil dari konfigurasi Virtual machine untuk ubuntu kita.
 

Untuk mengatur ulang setingan hardware yang digunakan tinggal klik 2 kali pada nama device nya. Contohnya memori yang dialokasikan untuk GOS terlalu besar, bisa kita atur ulang seperti ini
 

atau kalau ingin menggunakan file iso untuk menginstall ubuntu, maka tinggal di seting di cdromnya, terus pilih use iSO image dan tentukan dimana lokasi ISO image berada.
 


Sekarang semuanya sudah siap. tinggal kita menyalakan Virtual Machine baru kita untuk menginstall ubuntu.

setelah itu ini saatnya untuk menyalakan Virtual Machine kita dengan menekan icon play pada toolbar atau pada kolom command klik Start Virtual Machine.

Maka Virtual Machine kita kan melakukan booting. Untuk berinteraksi dengan Virtual Machine (VM) tersebut tinggal klik pada jendela VMware dan jika ingin kembali ke komputer Windows kita (host) tekan bersamaan Ctrl + Alt pada keyboard.

Terlebih dahulu kita seting BIOS, agar melakukan booting dari CDROM. Tekan F2 pada saat VM kita melakukan boot, Setelah tampil jendela seting BIOS rubah boot option ke CDROM


 Kemudian keluar dan simpan setingan BIOS


Maka VM kita akan booting ulang dari CDROM, selanjutnya akan tampil pilihan bahasa untuk ubuntu kita. Pilih salah satu bahasa selanjutnya tekan enter.


Maka akan tampil pilihan apakah kita ingin menjalankan liveCD ubuntu, melakukan instalasi, dll. Pilih install ubuntu kemudian tekan enter.


Maka ubuntu akan meload file instalasi.


Setelah selesai, akan tampil Jendela selamat datang. Kita diminta untuk menjawab pertanyaaan unutk keperluan system yang akan kita install. pertanyaan pertama adalah bahasa yang akan digunakan untuk instalasi dan bahasa ini akan menjadi bahasa system jika instalasi selesai.


Pertanyaan berikutnya adalah Time zone yang kita gunakan, tentu saja memilih Jakarta setelah itu klik forward.


Selanjutnya adalah memilih keyboard layout, pilih saja USA.
 

Berikutnya adalah meyiapkan space hard disk unutk ubuntu, supaya gampang pilih saja use entire this disk
 

Selanjutnya jawab pertanyaan tentang nama pengguna, nama login, password dan nama komputer. selanjutnya klik forward.
 

Yang terakhir adalah konfirmasi apakah semua jawaban yang dimasukan sudah sesuai, jika belum klik back dan jika sudah klik install.


 Maka proses penginstallan ubuntu dimulai, tunggu samapi proses selesai.

 
Tunggu beberapa saat maka kita akan diminta untuk mengeluarkan CD dari tray, karena saya menggunakan file ISO maka kita tinggal tekan enter, dan pada saat VM booting , seting ulang BIOS pada boot option nya, ganti first bootnya ke Hard Disk. selanjutnya Save dan reboot VM lagi.


Masukan user dan password login yang sudah kita masukan sebelumnya.


 selesai deh >>>




Senin, 13 Desember 2010

cara konek laptop dengan laptop menggunakan wireless

1. nyalakan wireless
2. pada tampilan wireless pada menu bar, "klik open networkin and sharing center",
3. setelah tampil menunya pilih “set up a new connection or network”.

4. lalu pilih " set up a wireleaa ad hoc ( compiter - to - computer ) network, dan next

5. keluar tampilan seperti ini lalu klik next

6. isi network name dan paswordnya dan next


untuk mentransfer data lewat wireless
1. konek pada wireless yg akan anda kirim datanya
2. anda akan mensharing file,, caranya, klik kana pada folder yang akan di transfer
3. buka wondows explorer
4. pilih network

5. tunggu sampai konek pada laptop lain lalu
sharing dapat dilakukan

Tips Memilih RAM





Memory premium seperti Corsair Dominator, OCZ reaper, Team Extreme, A-Data Extreme jika di perhitungkan akan lebih mahal dari pada memory dari produsen Visipro atau Vgen. Tetapi jika Anda membandingkan 2 jenis memory yang dilihat dari merk tersebut dengan mencoba masing-masing dari RAM tersebut, akan sama juga rasanya. Kenapa? Dimana letak perbedaaanya?
Yang membedakan kinerja dari masing-masing RAM tersebut adalah jenis chip yang digunakan. Jadi, para produsen membeli chip tersebut dari produsen lain dan membuat atau me-relabel chip tersebut. Intinya ada kemungkinan juga merek berbeda seperti Apacer, Visipro, Vgen, dll mempunyai chip yang sama.
Perbedaan kinerja pada saat standar tidak akan terasa, mungkin hanya akan terasa pada saat benchmark memory. Tetapi pada penggunaan sehari-hari tidak akan terasa perbedaan kecepatannnya dengan memory standar value seperti Visipro value, Vgen value dll. Untuk value RAM kebanyakan yang beredar di pasar menggunakan IC (chip) Samsung dan Hynix (Hyundai). Nama chip dengan mudah dilihat di atas IC yang menempel di memory.
Mungkin akan lebih susah untuk mengetahui nama chip pada beberapa memory premium, bisa di sebabkan karena memory tertutup heatsink dan beberapa diantaranya tidak mengijinkan pembukaan heatsink-nya (alasan garansi).
Memilih RAM yang mempunyai kinerja bagus tidaklah dilihat dari mereknya atau bentuk fisik dan harganya. Kalau harga RAM sampai 1 juta sekalipun dengan heatsink macem-macem dan bentuk yang terlihat sangar tapi dijalanin default, bukankah itu sia-sia? Punya RAM jutaan dengan heatsink macem-macem tapi chipnya Hynix atau samsung juga sama aja dibohongi.
Yang perlu diperhatikan adalah karakteristik dari chip yang dipakainya, itulah yang akan menentukan kinerja dari RAM. Dan perlu diperhatikan juga, bahwa kinerja seluruh RAM apabila dijalankan default adalah sama. Bedanya pada saat benchmark default, itupun juga dengan point terpaut sedikit. Jadi percuma dong kita membeli RAM bagus tapi dijalanin default. Kualitas RAM yang biasanya dilambangkan dari harga-nya dapat dilihat dari kemampuannya untuk berjalan di timing ketat dan juga frekuensi tinggi (overclocking).
Jika Anda ingin membeli RAM, silahkan menyesuaikan dengan kebutuhan Anda. Jika keperluannya untuk pemakaian sehari-hari (default), jangan memaksakan diri untuk membeli RAM yang menggunakan chip sangar (bagus), yang masuk dalam kategori Overclocking Edition. Anda bisa menggunakan RAM yang value kan lebih hemat. Tapi jika ingin digunakan untuk tujuan overclocking, silahkan membeli RAM yang chipsetnya bagus dan didukung pendingin heatsink, kipas sekalian kayak produknya corsair. Catatan, jangan terpengaruh Heatsink untuk membeli RAM.

 

ChuVenK